Bupati Ajak Perusahaan Jadi Mitra Petani

0
113
Bupati Lamteng Mustafa saat melakukan panen pisang rajabulu di Kampung Gunungbatin, Terusannunyai.

TERUSANNUNYAI – Budidaya pisang rajabulu oleh kelompok tani di Kampung Gunungbatin, Kecamatan Terusannunyai diberi jempol Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Dr. Ir. Hi. Mustafa. Bahkan, orang nomor satu di Pemkab Lamteng itu terjun langsung untuk memanen pisang tersebut pada Jumat (13/10).

Menurut Bupati, sistem kemitraan dengan PT. Great Giant Food (GGF) yang dilakukan kelompok tani di kampung setempat dalam mengembangkan pisang merupakan langkah yang cukup baik. Sejalan dengan program one zone one product yang digulirkan olehnya dalam rangka menjaga stabilitas harga pertanian.

Di sini, perusahaan berperan melakukan pendampingan, bantuan bibit, pinjaman lunak pupuk dan membantu pemasaran. “Program one zone one product bertujuan untuk mencegah inflasi atau menjaga stabilitas harga pertanian. Agar harga tidak anjlok, petani tidak boleh menanam satu jenis produk saja, tapi harus banyak varietas. Jadi produksi stabil, harga juga aman,” jelasnya.

Anjloknya harga singkong beberapa bulan lalu Rp 300-400/kg diharapkan tidak akan terulang lagi dengan pembagian varietas tanaman di tiap kecamatan. Seperti di Kotagajah dikembangkan bawang merah, Punggur dikembangkan nanas, Seputihagung budidaya kencur, Anaktuha dengan jengkol dan varietas lainnya.

”Yang pasti petani diarahkan untuk tidak hanya menanam singkong, padi atau jagung. Dampaknya ketika panen, pasokan melimpah harga anjlok. Karenanya tanaman petani harus lebih variatif, sehingga produksi stabil dan begitu juga harganya,” ujar Mustafa.

Tak hanya PT. GGF, kedepan pihaknya juga akan mengajak perusahaan-perusahaan di Lamteng untuk bisa menjadi mitra petani. Perusahaan diharapkan tidak hanya fokus mencari keuntungan sendiri tanpa memberdayakan masyarakat sekeliling.

”Kehadiran perusahaan harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekelilingnya. Saya minta PT. GGF fokus memberdayakan petani di Lampung Tengah. Begitu juga perusahaan-perusahaan lainnya, saya harap ada kontribusi yang bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu Willy Soegiono, Government Relation PT. GGP menerangkan program kemitraan yang dibangun dengan masyarakat tidak lagi berkonsep CSR (Corporate Social Responsibility), melainkan CSV (Creating Share Value) yang penekanannya membangun keunggulan kompetitif pada masyarakat.

Budidaya pisang rajabulu sangat menguntungkan dan potensi pasar tak hanya lokal, tetapi internasional. “Ini masa percobaan. Di Lampung Tengah sudah ada 3 hektar yang sudah kita budidayakan pisang rajabulu. Target kami seluas-luasnya. Untuk pemasaran juga akan kami bantu, pasar kami sudah ekspor ke Singapura dan Malaysia. Kedepan merambah Cina,” jelasnya. (rls/rid)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here