Pengelolaan DAK Tidak Libatkan Panitia, Sarjito: Track Record Budiono dikenal Buruk Sebagai Kepala Sekolah

0
105
Sekretaris Dewan Pendidikan Lamteng Hi, Sarjito bersama anggota mengunjungi SMPN 01 Terbanggibesar terkait adanya laporan dugaan penyalahgunaan DAK.

TERBANGGIBESAR – Sekretaris Dewan Pendidikan Lamteng Sarjito bersama beberapa anggota mengunjungi SMPN 01 Terbanggibesar, Rabu (18/10) lalu. Kunjungan terkait adanya pengaduan soal dugaan penyimpangan anggaran dana alokasi khusus (DAK) yang dikelola kepala sekolah (kepsek) setempat, Budiono.

Sarjito mengatakan, mekanisme pengelolaan DAK di sekolah itu dari awal sudah menyalahi aturan. Mestinya sebelum pembangunan panitia sudah terbentuk.

“Sekolah manapun yang mendapat DAK pertama harus membentuk panitia pembangunan sekolah (P2S), mulai dari wakil kepala sekolah atau guru senior dan lainnya didampingi komite yang jelas ketuanya bukan kepala sekolah. Jadi tidak menyalahi mekanisme jika hal itu dilakukan. Kepala sekolah nantinya membuat SK untuk mereka,” ujar Sarjito saat mengunjungi SMPN 01 Terbanggibesar.

Dikunjungi Dewan Pendidikan Lamteng, Budiono Tidak Berada Di Sekolah

Ia menjelaskan, saat diadakan kunjungan, Kepala SMPN 01 Terbanggibesar Budiono tidak berada di tempat. Lalu, panitia pembangunan dikumpulkan dan ditanyakan bagaimana mekanisme sebenarnya. Mereka (panitia) mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pengerjaan dan tidak ada rapat pembentukan panitia. “Mereka mengatakan seperti itu. Terlebih saat saya tanyakan SK nya mereka tidak bisa menunjukan,” tambahnya.

Sarjito mengungkapkan, track record Budiono dikenal buruk. Saat itu tahun 2015 Budiono pernah dicabut SK nya. Namun, bukannya menunjukan perubahan baik, Budiono kembali berulah dengan kejadian seperti ini.

“Yang pasti kami Dewan Pendidikan Lamteng, akan mengadakan rapat yang bersifat rahasia. Hasilnya, nanti akan kita berikan rekomendasi kepada Bupati Mustafa. Insya Allah dalam waktu sepekan paling lambat akan kita selesaikan,” tandasnya.

Sementara, menyikapi lambatnya pemberian sanksi yang diberikan kepada Kepala SMPN 1 Terbanggibesar Budiono, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamteng Rosidi angkat bicara. Ia yang baru menjabat sebagai Plt. kepala dinas berupaya untuk membentuk tim khusus.

Tim khusus yang dibentuk, nantinya akan menindaklanjuti untuk meminta keterangan dari pihak sekolah. “Saya kebetulan baru menjabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tapi, saya sudah mendengar informasi itu. Dan saya akan bentuk tim khusus,” kata Rosidi kemarin.

Rosidi mengaku tidak bisa langsung mengambil keputusan dengan memberikan sanksi sebelum ada penelusuran kebawah. Oleh sebab itu, ia secepatnya menyelesaikan adanya informasi yang miring tentang SMPN 1 Terbanggibesar.

Tidak hanya itu, ia akan berkoordinasi dengan Inspektorat Lamteng. Hasil yang didapat dengan koordinasi dengan tim Inspektorat Lamteng menjadi dasar untuk mengambil langkah lebih lanjut. (cw25/jar/rid/gde)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here