Pesimis Pembangunan Selesai Tepat Waktu, Wabup Warning Rekanan Dua Pasar

0
82
Wabup Lamteng Loekman Djoyosoemarto

GUNUNGSUGIH – Pemkab Lampung Tengah meragukan kinerja rekanan yang membangun Pasar Bandarjaya, Kecamatan Terbanggibesar, dan Pasar Gayabaru I, Kecamatan Seputihsurabaya. Pasalnya, progres pembangunan dua pasar yang menggunakan anggaran pusat ini sangat memprihatinkan.

Menurut Wakil Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, sesuai kontrak kerja pembangunan kedua pasar harus selesai pada 30 November 2017.

“Pembangunan dua pasar ini menggunakan anggaran pusat. Anggaran yang disiapkan untuk satu unit pasar Rp5,7 miliar. Pembangunannya harus selesai pada 30 November 2017 sesuai kontrak kerja,” katanya setelah menggelar rapat dengan rekanan dan dinas terkait di ruang kerjanya kemarin.

Melihat progres pembangunannya, kata Loekman, pihaknya meragukan kemampuan rekanan yang mengerjakan dua pasar itu.

“Terus terang, saya pesimistis. Dengan waktu yang tersisa sekitar 40 hari lagi bisa selesai. Pembangunan pasar yang dimulai Agustus, hingga sekarang progresnya untuk Pasar Bandarjaya baru 18 persen dan Pasar Gayabaru I baru 8,84 persen. Seharusnya sudah 30 persen” – Wabup Lamteng Loekman Djoyosoemarto 

Karena itu, kata Loekman, Pemkab Lamteng me-warning pihak rekanan agar bisa menyelesaikan pembangunan dua pasar tersebut.

“Kita beri warning supaya pembangunannya bisa cepat selesai tepat waktu. Kita tak bermaksud mencari-cari kesalahan. Pembangunan pasar ini kan pakai anggaran pusat, jadi nggak bisa adendum atau perpanjangan waktu,” ucapnya.

Loekman juga berpesan agar konsultan pengawas agar jangan bermain-main. “Saya ingatkan juga tadi kepada konsultan pengawas. Masalah kualitas pembangunan jangan main-main. Jangan asal-asalan! Saya masukin bui! Saya keras karena ini untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ditanya respons pihak rekanan atas warning ini, Loekman menyatakan telah menyanggupi dengan cara menambah pekerjanya.

“Mereka (rekanan, Red) siap melaksanakan. Jika tetap tidak selesai, terpaksa kontrak kerja diputus. Kita juga tak mau progresnya direkayasa dibuat 100 persen,” ujarnya.

Ditanya apa alasan pihak rekanan sehingga proses pembangunannya terhambat, Loekman menyatakan terkendala masalah pengadaan kerangka bajanya.

“Katanya terkendala kerangka bajanya. Itu saya rasa bukan alasan. Kalau kerangka baja bisa menyusul. Tapi, kerjaan yang lain banyak. Timbunan saja belum ditimbun. Ini nggak sedikit lho. Ini belum dilakasanakn. Land clearing-nya juga belum ada. Jadi alasaan kerangka baja belum dapat nggak bisa kerja,” ungkapnya menunjukkan foto-foto hasil kerjaan.

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan Lamteng Syarif Kusen menilai pekerjaan yang dilakukan pihak rekanan kurang profesional.

“Saya dapat laporan dari UPTD, kok pekerjaannya carut-marut dan tak profesional. Kalau mau cepat selesai, saya harap bisa dikerjakan lembur dan menambah tenaga kerja.  Jika tidak, saya juga tidak yakin bisa selesai 100 persen tepat waktu sesuai kontrak,” ungkapnya.

Camat Seputihsurabaya Dedi Fadilah yang hadir menyatakan, pihak rekanan juga tidak pernah berkomunikasi dengan pihak kecamatan.

“Nggak pernah komunikasi. Saya selalu cek pembangunan Pasar Gayabaru I, pekerjaannya memprihatinkan. Pekerjanya hanya lima orang. Kalau kayak gitu bagaimana mau cepat selesai pembangunannya,” katanya.

Sementara dari pihak rekanan setelah rapat ketika ingin dimintai tanggapannya tidak mau berkomentar. “Jangan saya. Saya tidak berkompeten menanggapinya,” kata salah satu rekanan yang tak diketahui namanya sambil berlalu pergi.(rid)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here