Latihan Tanggap Darurat, Uji Kesigapan Tim

0
108
Petugas pemadam kebakaran dari BPBD Lamteng bersama tim dari PT PGN serta PT Waskita Karya melakukan simulasi tanggap darurat.

TERBANGGIBESAR – Tim tanggap darurat PT Pipa Gas Negara (PGN) dan PT Waskita Karya melakukan simulasi tanggap darurat terhadap karyawan yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja, Kamis (19/10). Dalam simulasi bersama ini, turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Tengah (Lamteng) dan kepolisian dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polda Lampung.

Lokasi latihan, berada di titik penanaman tiang pancang, Sta6 jembatan under cross jalan tol ruas Terbanggibesar-Pematang Panggang, Sumatera Selatan yang sedang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Atau di area perkebunan nanas PT Umas Jaya, Kecamatan Terbanggibesar, Lamteng. Di lokasi ini juga, terdapat jaringan pipa gas milik PT PGN.

Koordinator lapangan (korlap) panitia Major Emergency Response Exercise (Mere) PT PGN, Pramono mengatakan, dilakukannya latihan tanggap darurat bersama ini untuk melatih tim dari masing-masing perusahaan. Terutama dari PT PGN.

“Kebtulan di salah satu titik pipa PGN ada crosing jalan tol yang sedang dikerjakan PT Waskita Karya. Sehingga kita lakukan latihan bersama tanggap darurat. Tujuannya, agar tim lebih siap dan sigap dalam menghadapi setiap kejadian. Baik siang hari, pagi hari atau malam hari,” ujar dia.

Selain itu, mematangkan sekaligus menguji tim tanggap darurat PT PGN. Seberapa cepat bisa merespon kejadian. Terutama yang bersifat darurat dan harus mendapat penanganan secepat mungkin. “Dari latihan bersama ini kami berharap ada sinergi yang baik dalam penanganan kondisi darurat,” ucapnya.

Sementara, projet manager PT Waskita Karya, Payana Agustian merespon baik simulasi tanggap darurat yang diprakarsai oleh PT PGN.

“Ini adalah kerja sama yang baik dari PT PGN dan Pemkab Lampung Tengah. Karena untuk melihat respon dari tim kita juga (PT Waskita Karya) jika betul-betul peristiwa seperti ini terjadi,” ucapnya.

Menurut dia, dalam pengerjaan jalan tol oleh PT Waskita Karya ruas Terbanggi-Pematang Panggang, terdapat tiga titik yang ada jaringan pipa gas milik PT PGN. Yakni di Sta6 di sini, Sta13 dan Sta27. “Jadi kerja sama seperti ini memang sangat dibutuhkan. Agar tim sama-sama bisa bersinergi,” ucapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Lamteng, Guntur Sosiawan Napitupulu, S.E., didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Siswanto, S.I.P., memberikan apresiasi kepada PT PGN dan PT Waskita Karya atas terselenggaranya latihan tanggap darurat tersebut.

Dengan dilibatkannya petugas-petugas di BPBD Lamteng, kata dia, sekaligus melatih kesigapan personel kondisi darurat. “Petugas-petugas pemadam kebakaran kita, memang sudah terbiasa bertugas dalam keadaan darurat. Namun dengan latihan ini juga bisa meningkatkan kemampuan personel,” ujar Guntur.

Dia berharap perusahaan lainnya di Lamteng mencontoh kedua perusahaan tersebut dalam hal menangani keadaan darurat melalui simulasi dan latihan bersama ini. Sementara, pantauan di lokasi, simulasi diawali dari kejadian kebakaran akibat pipa gas yang bocor terkena tiang pancang yang ditanam ke tanah oleh pekerja dari PT Waskita Karya. Akibatnya, satu pekerja meninggal dunia.

Dalam situasi panik itu, pekerja lainnya menghubungi unit pemadam kebakaran, kepolisian dan pihak PT PGN yang memiliki jaringan pipa. Setelah tim datang, korban dievakuasi ke rumah sakit. Kemudian, petugas pemadam kebakaran serta tim tanggap darurat dari PT PGN menjinakkan api yang bersumber dari kebocoran pipa. Sedangkan petugas kepolisian bertugas mengamankan lokasi kejadian. (rid)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here