Mabes Polri Kaji Keberhasilan Pemkab Tangani Konflik Sosial

0
96
Tim Rojianstra SOPS Mabes Polri menemui Bupati Mustafa untuk melakukan pengkajian program keamanan yang telah yang dijalankan di Lamteng.

GUNUNGSUGIH – Mabes Polri menilai Pemkab Lampung Tengah (Lamteng) berhasil menekan konflik sosial di tengah masyarakat. Terkait hal ini, Tim Biro Pengkajian dan Strategi (Rojianstra) SOPS Mabes Polri melakukan pengkajian program keamanan yang telah yang dijalankan di Lamteng, Jumat (20/10). Kedatangan tim disambut Bupati Dr. Ir. Mustafa di rumah dinasnya, Nuwo Balak.

Sebagaimana diketahui, Lamteng adalah salah satu kabupaten yang pernah terjadi beberapa konflik, namun dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, tidak ada lagi konflik yang terjadi. Hal itu karena Pemkab Lamteng memiliki sistem dalam penanganannya.

Dalam kesempatan itu, seorang perwakilan tim, AKBP Barli menanyakan upaya-upaya yang telah dilakukan Pemkab Lamteng dalam menangani masalah sosial yang berdampak pada kejahatan dan konflik sosial. Kemudian, bagaimana kesigapan Pemkab Lamteng dalam menangani konflik yang terjadi dan upaya pencegahannya.

Selain itu juga, sejauh mana hubungan antara kebijakan-kebijakan Pemkab Lamteng yang dapat disinergikan dengan masalah keamanan.

Mendapat pertanyaan tersebut, Bupati Mustafa mengatakan bahwa saat dirinya menjabat sebagai wakil bupati ada 8 kali terjadi konflik yang terjadi di Lamteng. Penyebabnya sengketa lahan, tindak kriminal curas, curat, curanmor, dan  permasalahan lainnya.

Kondisi personel kepolisian di Lamteng sangat terbatas dibanding jumlah penduduk dan luas wilayah. Untuk itu pihaknya harus menjaga Lamteng dari sisi preventifnya.

Agar permasalahan konflik tidak lagi terjadi di Lamteng, Bupati Mustafa membentuk sistem yang dimulai dari kampung dan melibatkan masyarakat langsung yakni sistem keamanan kampung.

“Untuk menjaga keamanan kami gulirkan kegiatan ronda. Dimana kegiatan ini dapat mencegah terjadinya tindak kriminal yang dapat menimbulkan konflik,” pungkasnya.

Mustafa menjelaskan, menjaga keamanan adalah tanggungjawab bersama. Untuk itu,  bersama seluruh masyarakat Lamteng dirinya aktif mengikuti ronda. “Alhamdullilah atas dasar menggerakkan ronda ini tidak ada lagi konflik dan tindak pidana kriminal berkurang,” ungkapnya.

Selain ronda, lanjut Mustafa, upaya yang lain selain ronda adalah menciptakan Lamteng terang, yakni dengan memberikan penerangan di seluruh kampung sehingga tidak ada lagi kampung yang gelap di Lamteng dan juga membangun minimal 2 KM jalan kampung. Sehingga masyarakat bisa membawa hasil bumi mereka untuk di jual ke kota.

“Kami tidak hanya membangun infrasrukturnya saja,  tapi juga membangun strukturnya. Kami berdayakan para pamong dan linmasnya. Mereka juga diberi tambahan insentif, begitu juga untuk babinsa dan babinkamtibmasnya,” ujarnya.

Kemudian, untuk mencegah terjerumusnya pemuda kedalam tindakan kriminal dan narkoba,  pihaknya membuat program KECe dan memberikan pembinaan kepada para pemuda di kampung,  agar mereka memiliki kegiatan dan kreatifitas sehingga dapat menekan pengangguran.

“Melalui program ini maka akan tercipta masyarakat yang mandiri yang bisa menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga bisa mengurangi pengangguran. Penyebab utama tindak kriminal adalah karena mereka tidak punya pekerjaan dan penghasilan. Untuk itu kini pengangguran di Lamteng mulai berkurang,” bebernya.

Untuk daerah-daerah yang rawan konflik di Lamteng, Mustafa juga membangun submako brimob di Kecamatan Anaktuha agar keamanan dapat terjaga. (rls)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here