Wow! Dari 2 Ekor, Bisa Berkembang 2 Ribu Ekor

0
88
Ilustrasi

KALIREJO – Menjelang datangnya musim tanam padi, membuat para petani khususnya di wilayah Kecamatan Kalirejo mulai melakukan persiapan. Bagian dari persiapan, yang tak kalah pentingnya dalam menjelang musim tanam padi adalah melakukan antisipasi serangan hama tikus.

Oleh karenanya,sebagai langkah pengendalian serangan hama tikus tersebut adalah kegiatan  ”Gropyokan Tikus”. Seperti yang dilakukan pada Rabu (25/10) di Kampung Kalirejo dan Kampung Sripurnomo.

Tuhono, S.P, Kepala BP3K Kalirejo mengatakan bahwa ada beberapa titik areal persawahan yang menjadi endemis hama tikus, yaitu antara lain beberapa titik di Kampung Srimulyo, Sripurnomo, Sriwaylangsep, Balairejo, Sinarsari dan Kampung Kalirejo.

“Menjelang musim tanam rendeng ini, selain mulai melakukan persiapan tanam, kami bersama para petani beserta anggota TNI dari Koramil Kalirejo, melakukan Gropyokan tikus untuk membasmi hama tikus serta menekan populasi tikus, terutama pada beberapa titik yang selama ini merupakan endemis tikus. Hal ini adalah langkah yang tepat agar tanaman padi mendatang dapat lebih aman dari serangan hama tikus,” ungkap Tuhono.

Masih dikatakannya bahwa langkah pengendalian hama tikus ini, akan menekan populasi tikus dimasa tanam mendatang, dengan asumsi terbunuhnya 2 ekor  tikus akan menghilangkan 2.000 ekor tikus dalam kurun waktu satu tahun kedepan, dengan perhitungan sepasang tikus beranak 8 – 12 ekor setiap bulan.

Umur reproduksi tikus, menurutnya, juga sangat singkat, tikus siap kawin setelah berusia 35 hari dengan masa bunting 21 hari, dan akan kawin lagi 2 hari setelah melahirkan, karena itu populasi tikus sangat cepat sekali berkembang, sehingga diharapkan petani / kelompok tani kompak melakukan pengendalian hama tikus secara rutin.

Dikatakan juga bahwa pada musim rendeng, para petani diharapkan dapat lebih waspada, yaitu dapat melakukan pengamatan secara rutin terhadap tanaman padinya mendatang. Sebab, pada musim rending, biasanya tanaman akan rentan terhadap serangan hama, yaitu selain tikus adalah penggerek batang dan wereng coklat.

Dengan melakukan pengamatan rutin pada tanaman padi, petani dapat mengetahui secara dini serangan hama tersebut, sehingga dapat cepat dilakukan langkah pengendalian dan tidak sampai meluas. (den/rid)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here