Diskusi Publik dengan Tokoh, Cegah Konflik Sosial

0
73
Ketua GP Ansor Lamteng Saryono memberikan bibit buah kepada masyarakat usai melakukan diskusi publik di Kecamatan Anaktuha, kemarin.

ANAKTUHA – Diskusi publik dilakukan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lampung Tengah (Lamteng) bersama unsur TNI, Polri dan pemerintah daerah serta para para tokoh di Kecamatan Anaktuha, kemarin (31/10).

Diskusi dalam rangka Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan.

Ketua GP Ansor Lamteng, Saryono mengatakan, kegiatan sengaja dilaksanakan di Kecamatan Anaktuha karena masyarakatnya pluralisme. Terdiri banyak suku dan agama.

”Seperti Jawa, Lampung, Bali dan sebagainya. Untuk itu dilaksankaan kegiatan seperti ini untuk mengenal dan bersilaturahmi untuk menumbuhkan rasa toleransi antar masyarakat dan meningkatkan rasa nasionalisme,” ujarnya.

Menurutnya, jika rasa nasionalisme telah tumbuh maka tidak akan adalagi perpecahan antar sesama, kelompok dan suku. Sehingga konflik yang sering terjadi di tengah masyarakat dapat dicegah.

“Permasalahan kecil, paling banyak disebabkan berawal dari pemuda sehingga menyulut ke pemuda lai. Ini karena tidak adanya komunikasi yang lancar,” imbuhnya.

Sementara, Dimiyati, Ketua Paguyuban Masyarakat Bersatu (Pambers) Lamteng mengapresiasi kegiatan GP Ansor  bersama TNI dan Polri serta pemda yang telah memberikan wawasan kepada masuarakat.

“Kami berharap,  kegiatan seperti ini dapat terus berjalan . Dengan menjaga komunikasi dan silaturahmi seperti ini, saya yakin dapat menekan angka perpecahan dan masuknya faham radikal ke masyarakat,” harapnya.

Sementara Perwira Penghubung (Pabung) dari Kodim 0411 Lamteng, Mayor Inf. Darul Khutni yang hadir dalam diskusi mengatakan bahwa Indonesia bersatu berkat perjuangan yang dilakukan masyarakat Indonesia secara bersama-sama. Nilai yang terkandung ialah semangat berkebangsaan, paham kebangsaan dan rasa kebangsaan.

“Untuk mengatasi tantangan dan masalah kebangsaan adalah kewajinan semua anak bangsa yang diberi kemampuan, tidak ada terkecuali dalam masalah kebangsaan. Untuk itu semua masyarakat harus memiliki rasa cinta tanah air. Untuk menjaga keutuhan NKRI harus dilakukan di semua tempat, termasuk di daerah terluar di Indonesia, ” terangnya.

Modal dasar kekuatan bangsa Indonesia, lanjutnya, adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, letak strategis geografis, 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasia, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.(cw26/rid)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here