Kekasih Minta Dinikahi, Malah Dibunuh

0
111
Kasatreskrim Polres Lamteng AKP Resky Maulana menunjukkan barang bukti yang digunakan tersangka untuk membunuh korban, saat ekspos di mapolres, kemarin.

GUNUNGSUGIH – Triska Dwi Ancani (27), warga Kampung Tresnomulya, Kecamatan Batangharinuban, Lampung Timur, tewas dibunuh kekasihnya, Dwi Riyan (27), Rabu (26/10) lalu sekitar pukul 16.30 WIB.

Pelaku yang merupakan warga Kampung Rama Klandungan, Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah, ini tega membunuh Triska karena menolak menikahinya.

Kasatreskrim Polres Lamteng AKP Resky Maulana mewakili Kapolres AKBP Purwanto Puji Sutan mengatakan, tersangka dan korban memiliki hubungan asmara sehingga berencana melangkah ke jenjang pernikahan.

“Tersangka ini sudah punya istri. Hubungan asmara terjalin ketika istri tersangka menjadi TKI di Singapura. Namun, ketika kejadian istri tersangka sudah pulang ke rumah,” katanya saat ekspos perkara di mapolres setempat, kemarin.

Ketika tersangka berada di warungnya, kata Resky, korban datang dan meminta segera dinikahi.

“Permintaan korban minta segera dinikahi diduga karena cemburu melihat istri tersangka. Terjadilah cekcok mulut. Kemungkinan panik, tersangka mengambil tali rafia dan menjerat leher korban. Korban terjatuh ke lantai. Seketika itu, korban tewas. Tersangka sempat menolong,” ujarnya.

Menerima laporan ini, kata Resky, pihaknya merasa curiga karena tersangka sempat menyatakan korban bunuh diri.

“Tadinya tersangka mengatakan korban bunuh diri. Tapi, kami tak percaya. Dari hasil penyelidikan, leher korban dijerat dengan tali rafia dan ada bekas benturan. Kami berkesimpulan tersangka yang melakukan pembunuhan. Tersangka sempat tidak mengakui. Tapi, akhirnya tersangka mengaku bahwa dirinya telah membunuh korban,” ungkapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Resky, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP. “Tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara. Barang bukti yang berhasil kita amankan berupa motor korban, tali rafia, HP, pakaian, dan tali tambang,” ungkapnya.

Sedangkan tersangka Dwi Riyan mengaku bahwa dirinya tidak berniat melakukan pembunuhan.

“Nggak ada niat membunuh. Saya spontan. Korban datang ke warung marah-marah memecahkan gelas dan sempat berkata kasar. Saya emosi langsung ambil tali rafia dan menjerat lehernya.  Korban jatuh ke semen dan membentur keningnya.  Saya sempat berusaha menolong, namun nyawanya tidak tertolong,” katanya.

Dwi Riyan juga mengaku bahwa dirinya dan korban berencana menikah. “Saya berhubungan sejak istri saya kerja di Singapura. Memang ada rencana mau menikah. Tapi, mau bagaimana lagi? Istri saya pulang dari Singapura. Dengan kejadian ini, saya akan bertanggung jawab dengan hukum. Kepada keluarga korban, saya minta maaf,” ungkapnya menyesal. (rnn/rid)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here