Seribu Lebih Izin Gratis Sudah Dikeluarkan

0
93

GUNUNGSUGIH – Seribu lebih izin usaha gratis sudah dikeluarkan Pemkab Lampung Tengah (Lamteng) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Rinciannya, 1.058 surat izin usaha perdagangan dan surat izin tempat usaha (SIUP-SITU) dan 1.335 tanda daftar perusahaan (TDP). Hal ini untuk mendukung program Kampung Entrepreneur Creative (KECe).

Dalam pembuatan SIUP, SITU, dan TDP, Kepala DPMPTSP A. Helmi mengatakan pihaknya akan melakukan jemput bola di setiap kampung-kampung dan kecamatan. “Kita jemput bola ke kampung-kampung dan kecamatan. Jika telah memenuhi persyaratan, dipastikan proses pembuatannya selesai dalam satu hari,” katanya.

Sebanyak 1.058 SIUP-SITU dan 1.335 TDP yang telah dibuat secara gratis, kata Helmi, merupakan hasil jemput bola di enam kecamatan. “Izin usaha yang telah kita keluarkan hasil jemput bola. Dibuat secara kolektif. Yakni di Kecamatan Anakratu Aji, Seputihmataram, Seputihsurabaya, Terbanggibesar, Gunungsugih, dan Bumiratunuban,” ujarnya.

Bagi kecamatan yang belum, kata Helmi, pihaknya telah menjadwalkan dan sedang dalam proses. “Kecamatan Punggur, Kotagajah, Bangunrejo, dan Buminabung, sedang diproses. Kecamatan lainnya menyusul,” ungkapnya.

Dengan memiliki sertifikat SIUP, SITU, dan TDP, kata Helmi, bisa memudahkan pelaku usaha mengajukan kredit mikro di perbankan sehingga  bisa mengembangkan usahanya lebih besar. “Manfaatnya banyak. Usahanya dinyatakan legal. Kemudian bisa digunakan dan pengajuan di bank,” tuturnya.

Terkait penyerahan SIUP-SITU di Kecamatan Bumiratunuban, Helmo mengatakan pihkanya menerima hampir 300-an. “Ada 300-an. Hasil verifikasi, ada yang belum melengkapi berbagai persyaratan. Makanya, 250 izin gratis yang kita selesaikan. Itu semua dikerjakan selama satu hari,” katanya.

Sebelumnya Bupati Lamteng Mustafa yang menyerahkan secara simbolis SIUP-SITU di Balai Kampung Bulusari, Kecamatan Bumiratunuban, mengatakan bahwa pemberian surat izin usaha gratis menjadi salah satu upayanya menyukseskan program KECe. “Kita memberikan kemudahan akses atau izin bagi para pelaku usaha. Target program KECe adalah melahirkan sebanyak mungkin entrepenuer di tiap kampung. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pemberdayaan pemuda dengan memberikan keterampilan. Lalu menghidupkan UMKM maupun KWT,” katanya.

Tak hanya menciptakan masyarakat yang mandiri, Mustafa berharap program KECe melahirkan produk-produk unggulan Lamteng yang bisa dipasarkan secara luas. “Program KECe bisa melahirkan produk unggulan yang bisa dipasarkan ke masyarakat luas. Dengan ini roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” ucapnya. (rnn/rid)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here