Produk Pangan Segar Bakal Diregistrasi

0
41
ilustrasi

GUNUNGSUGIH – Produk pangan segar yang berada di Lampung Tengah bakal diregistrasi oleh Dinas Ketahanan Pangan setempat. Hal itu bertujuan agar produk pangan segar layak dan sehat untuk dikonsumsi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung Tengah Jumali menjelaskan, produk pangan segar yang beredar direncanakan perlu diregistrasi sesuai dengan Peraturan Gubernur Lampung Nomor 36 tahun 2013 tentang Sistem Keamanan Pangan Terpadu Provinsi Lampung. Registrasi produk pangan segar akan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang mengonsumsi produk tersebut.

“Kami dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi lebih dulu tentang peraturan mengenai produk pangan segar. Plt. Bupati Lampung Tengah juga dijadwalkan akan hadir pada sosialisasi itu nanti. Sosialisasi ini memberikan pemahaman pentingnya keamanan mengonsumsi produk pangan segar yang sesuai standar,” jelas Jumali, Minggu (22/4).

Produk pangan segar yang perlu dilakukan registrasi, menurut Jumali, meliputi sayur-sayuran dan buah. Selain Peraturan gubernur, keamanan produk pangan merujuk Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan disebutkan bahwa penyelenggaraan pangan bertujuan untuk. meningkatkan kemampuan memproduksi pangan secara mandiri, menyediakan pangan yang beraneka ragam dan memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi bagi konsumsi masyarakat.

“Oleh sebab itu, penjual produk pangan segar yang ada di Lamteng akan diundang untuk mengikuti sosialisasi tentang Peraturan Gubernur dan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 yang aman dilaksanakan dalam waktu dekat,” terangnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung mewajibkan produsen beras dalam kemasan meregistrasi produknya. Kewajiban itu merupakan upaya meningkatkan keamanan pangan segar untuk memberi rasa aman bagi konsumen baik dari sisi produk maupun harga.

Hingga 2017, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung melalui Otoritas Kompeten Keamanan Panga Daerah (OKKPD) menerbitkan sertifikasi pangan Prima 3 untuk 14 komoditas pangan yakni pisang untuk 20 pelaku usaha. Kemudian manggis (52 pelaku usaha), nanas (19), buah naga (17), salak (32), jeruk (64), pepaya kalifornia(3), kencur (30), cabai (5), sayuran (10), jambukristal (1), melon(7), dan pala (1).(jar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here