Antisipasi Peredaran Miras, Minta Pemkab Keluarkan Perda

0
48
ilustrasi

GUNUNGSUGIH – Ribuan botol minuman keras (miras) berhasil dimusnahkan Polres Lampung Tengah (Lamteng) beberapa waktu lalu. Sebagai antisipasi peredaran miras, khususnya yang ilegal dan memiliki kandungan alkohol yang tinggi, Kapolres Lamteng AKBP Slamet Wahyudi berharap pemerintah daerah membuat peraturan daerah untuk membatasi peredarannya.

“Bila diatur lewat perbup akan membatasi peredarannya. Begitu juga tuak yang banyak dikonsumsi masyarakat bawah karena murah. Ini juga perlu dibatasi. Karena banyak miras yang tak berizin di BPOM. Sudah ada kejadian yang mengakibatkan korban meninggal dunia akibat miras oplosan,” ungkap kapolres.

Menanggapi hal ini, Plt. Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menyatakan bahwa masalah miras, sudah ada perda-nya yang mengatur tata niaga. Tidak dilarang, hanya ada ketentuannya.

Misalnya, penjual harus juga harus berizin. Kandungan alkohol juga ada batasannya, yakni 5-7 persen. Sebenarnya, kata Loekman, para penjualnya ini yang perlu diawasi. “Penjual yang perlu diawasi. Kalau pengonsumsinya sulit. Butuh keasadaran masyarakat. Zaman sekarang ini terkadang halal, haram, hantam (H3). Kita akan informasikan maraknya peredaran miras,” ungkapnya.

Diketahui, sebanyak 2.930 botol miras pabrikan dan 2.470 liter tuak dimusnahkan di Mapolres Lampung Tengah (Lamteng), Jumat (20/4). Pemusnahan dilakukan Plt. Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, Kapolres AKBP Slamet Wahyudi, dan Ketua PN Gunungsugih Syamsul Arief disaksikan jajaran Pemkab Lamteng, perwakilan kejaksaan, serta tokoh masyarakat dan agama. (cw26/rid)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here